Kamis, 02 Agustus 2012

Ricau Dedaun

Bukalah pintu sedikit saja
Temaram hujan lentik-tumpah
Dedaun basah menari lincah
Terdengar merdu tanpa jeda
--; Bukan lagu tanpa rima

Bukalah sedikit saja
Jendela kayu rumah kita
Lihat! Langit leka-tersipu
Bersama awan malu-malu
Sebentar hujan akan beradu

Jika kabut basuh wajahmu
Petik melati sehening mimpi
Hingga lukar embun pagi
Hingga nanar tubuh matari
--; Genggam tangan rapuhku

Seperti ricau dedaun itu.


                                      Jbg, 7/1/2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar